15 July 2009

Fenomena Roy Suryo dan Blunder Blogger

Pagi ini, mengutip bang Saykoji, saya buka-buka Facebook walaupun face masih ngantuk. Pas sibuk membaca status yang beredar silih berganti, membuat komentar-komentar dan sibuk saling "suka-menyukai satu sama lain", terbaca tulisan "Tolak Wacana Roy Suryo sebagai Menkominfo di Kabinet SBY-Boediono". Rupanya ini adalah sebuah fan pages yang diikuti oleh salah satu Kakanda-ku.

Dengan hikmat aku membaca tiap wall post yang datang, aku melihat satu wall post yang bagus dari bang Ardhita Irfan N (maaf bang dipublish namanya) : "waduh.. kl sampai jadi menkominfo ini orang brati SERIUS MODE ON nih perlu dipertanyakan kembali komitmen Pak SBY untuk benar2 memajukan Bangsa Indonesia...".

Fenomena tentangnya sudah sejak lama beredar di blogosphere. Melalui pernyataan-pernyataannya, Roy Suryo cenderung memberikan konotasi negatif kepada para Blogger dan Hacker. Orang yang tidak mengerti makna kedua kata itu boleh saja percaya, tapi bagaimana dengan yang berkecimpung di dalamnya?. Tentu saja tuduhan-tuduhan itu membuat risih para Blogger dan Hacker. Dimulailah perang pendapat diberbagai kawasan di Dunia Maya. Forum, blog, chat room dan milis, semuanya ramai membicarakan persoalan-persoalan "Pakar" yang satu ini. Sebagian besar blogosphere mempertanyakan kepakarannya. Aku sendiri sangat mempertanyakan kepakaran "pakar" yang satu ini.

Kemudian, aku googling dengan kata kunci "Tolak Roy Suryo" dan aku menemukan dua tautan yang menarik. Pertama, tautan petisi online ini yang berisi himbauan penolakan terhadap Roy Suryo dan yang kedua, tautan blog pak Iman Brotoseno ini. Hal yang menarik dari tulisan mas Iman adalah kekhawatirannya terhadap blunder yang terjadi akibat efek "tertindas" -nya Roy Suryo atas balasan-balasan Komunitas Blogger terhadap pernyataan-pernyataannya. Roy Suryo dianggap sebagai good guy dan Komunitas Blogger dianggap sebagai bad guy. Awalnya, aku pikir hal ini dikarenakan tidak adanya rangkuman lengkap tentang "Mengapa harus Tolak Roy Suryo". Namun, tautan blog ini memberikan laporan lengkap diskusi Blogger vs. Roy Suryo. Blog tersebut cukup tegas membalas pernyataan Roy Suryo soal Blogger Negatif. Namun tetap saja ada kekhawatiran terjadi blunder. Mengutip blog pak Iman, "..Sementara Roy Suryo berani mengambil inisiatif bermain di luar wilayahnya, yang disebut bermain politik luar.." dan sedikit sekali Blogger yang mengambil inisiatif ini.

Kembali ke "Tolak Wacana Roy Suryo sebagai Menkominfo di Kabinet SBY-Boediono", aku sangat setuju dengan bang Ardhita Irfan, kalau memang nantinya Roy Suryo menjadi Menkominfo patutlah kita pertanyakan "Benarkah SBY-Boediono hendak memajukan bangsa ini? khususnya di bidang teknologi informasi?.

Quiz : Berapa kali nama Roy Suryo disebutkan di tulisan ini ?



Powered by ScribeFire.

04 July 2009

Cooliris is Cool
















Mozilla Firefox tak akan ramai tanpa kehadiran salah satu add-ons handal ini. Cooliris, merupakan add-ons yang memberikan fungsi untuk melakukan highlight pada gambar dan video pada halaman web kita. Suguhan tampilan yang keren dengan fungsionalitas yang berjalan baik, membuat kita nyaman menggunakan add-ons ini. Cooliris mendukung multiplatform yaitu Windows, Linux dan Mac dan dapat berjalan pada browser-browser lainnya seperti Opera dan Safari.

Cooliris mendukung highlighting pada banyak situs seperti Google Images dan Facebook. Para pengguna Facebook dapat dengan mudah melihat foto yang ada, baik pada album sendiri maupun album teman. Cooliris juga dapat digunakan untuk highlighting video-video yang ada pada Youtube.

Cara meng-install add-ons Cooliris pada Mozilla Firefox, sebagai berikut :
1. Klik menu Tools > Add-ons, kemudian klik tab Get Add-ons
2. Ketikkan di kolom isian kata "cooliris" (tanpa tanpa petik). Perhatikan hasil pencarian.
3. Klik tombol Add to Firefox.
4. Klik tombol Install (setelah hitung mundurnya selesai).
5. Restart Mozilla Firefox anda.
Selamat mencoba!



Powered by ScribeFire.

18 June 2009

Membagi dan menyatukan file tar.gz

Waktu itu aku hendak mengirimkan file dengan ukuran yang cukup besar melalui DropBox. Namun, disebabkan upstream yang kecil jadi proses upload memakan waktu yang sangat lama. Nah, agar pengiriman lebih mudah file yang besar tadi harus dibagi menjadi beberapa bagian, sehingga dapat dikirimkan sedikit demi sedikit.

Oke, sebagai contoh kita akan mencoba membagi sebuah file "video.mpg" dengan ukuran 27 Megabytes. Kita akan membagi-bagi file tersebut ke dalam file-file berukuran 1 Megabytes. Berikut langkah-langkahnya :

Sebelumnya file tersebut dikompresi :
$ tar -cvvfz coba.tar.gz video.mgp
Perintah di atas akan menghasilkan sebuah file bernama coba.tar.gz, merupakan hasil kompresi dari file video.mpg

Kemudian file dibagi menjadi beberapa bagian sesuai kebutuhan. Pembagian file menggunakan "split" :
$ split -b 1M coba.tar.gz bagi
Perintah diatas akan menghasilkan sekitar 27 file yang berukuran 1 Megabytes dengan prefix (awalan) "bagi". File yang dihasilkan akan memiliki suffix (akhiran) aa, ab, ac, dst. Jadi, hasil pembagian filenya menjadi bagiaa, bagiab, bagiac, dst. Bisa juga menggunakan suffix (akhiran) berupa angka dengan menambahkan opsi -d pada perintah split.
$ split -b 1M -d coba.tar.gz bagi
Perintah split juga dapat digunakan untuk membagi file dengan ekstensi yang berbeda.

Untuk menyatukan kembali file yang telah dibagi, kita dapat menggunakan perintah cat.
$ cat bagi* > coba.tar.gz
Selamat mencoba!




Powered by ScribeFire.

12 June 2009

Ubuntu 9.04 vs Fedora 11

Baru-baru ini Fedora Project merilis versi terbaru dari distro Fedora, yaitu Fedora 11 dengan Codename Leonidas. Rilis ini sempat tertunda dua kali sampai akhirnya pada tanggal 9 Juni 2009 kemarin, Fedora 11 rilis.

Situs Phoronix, salah satu situs review linux, melakukan benchmark test pada dua distro Linux yang baru rilis pada tahun ini, yaitu Ubuntu 9.04 dan Fedora 11. Benchmark yang dilakukan menggunakan tool Phoronix Test Suite dan melakukan banchmark pada berbagai aspek dari kedua distro Linux tersebut.

Secara umum, kedua distro memiliki kinerja yang hampir sama. karena pada banyak pengujian memiliki hasil yang hampir sama. Namun, Fedora 11 memiliki hasil benchmark lebih baik, terutama pada pengujian database SQLite dan PostgreSQL. Ubuntu sendiri melampaui Fedora pada pengujian Apache Benchmark dan C-Ray.

Hasil pengujian dapat dilihat di sini




Powered by ScribeFire.